Berita

Beranda / Artikel  / Berita


Berita

Penanganan Pupuk dari keluaran instalasi Reaktor BIOGAS

11 Maret 2022

Penanganan Pupuk dari keluaran instalasi Reaktor BIOGAS

Latar Belakang

Kotoran ternak saat ini telah menjadi masalah dan merupakan salah satu isu penyebab pencemaran lingkungan. Kondisi ini sebagai dampak dari sistem manajemen limbah yang belum dikelola dengan tepat dan baik.

Keadaan tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan para peternak dalam mengelola limbah.

Beberapa keuntungan lain pengelolaan limbah organik untuk biogas adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi pencemaran lingkungan(tanah, air, udara, dan biologid seperti bau yang tidak sedap dan mencegah penyebaran penyakit) serta menghasilkan pupuk organik.

Penanganan limbah dengan tehnologi biogas dapat mendukung konsep nir limbah ( Zero waste ) dibidang pertanian dengan sasaran akhir yaitu tercapainya pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan limbah dengan cara seperti ini secara ekonomi sangat kopetitif seiring naikknya harga bahan bakar minyak dan pupuk anorganik.

Tehnologi biogas merupakan salah satu tehnologi tepat guna untuk mengolah limbah peternakan (limpah padat berupa tinja dan isi rumen, dan limbah cair berupa urine, air bekas pencucian kandang, peralatan dan fasilitas pendukung) yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah lingkungan dipedesaan.

Tehnologi ini memanfaatkan mikro organisme yang tersedia dialam untuk merombak dan mengolah berbahai limbah organik yang ditempatkan pada ruang kedap udara ( an-aerob).

Hasil pengolahan limbah dari kegiatan peternakan tersebut selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan juga dapat menjadikan limbah sebagai produk sampingan berupa pupuk organik padat dan cair yang bermutu.

Kedua jenis produk ini sangat membantu permasalahan pencemaran lingkungan, kelangkaan bahan bakar (energi) dan pemenuhan kebutuhan pupuk organik.


Tujuan

a. Mengurangi efek pemanasan global sebagai dampak dari gas rumah kaca (gas metan).

b. Menghasilkan pupuk organik yang bermutu asal kotoran ternak dan mengurangiketergantungan terhadap pupuk kimia ( anorganik) sehingga meningkatkan ketahanan pangan.

c. Mengurangi polusi udara berupa pencemaran bau kotoran dari kandang ternak sekaligus menciptakan peternakan yang ramah lingkungan.

d. Mencengah berkembangnya media penyakit.

e. Meningkatnya pendapatan peternak.


SASARAN

a. Masyarakat peterrnak yang berkelompok atau individu, dengan jumlah ternak lebih kurang 3 ekor

b. Masyarakat ternak dan petani yang masih bergantung kepada penggunaan pupuk anorganik.

c. Masyarakat peternak yang masih bergantung kepada penggunaan sumber energi dari kayu bakar dan minyak tanah.

d. Masyarakatn peternak yang belum memnafaatkan kegiatan peternakannya secara optimal dan belum mendapatkan nilai tambah dari kegiatan peternakannya.

e. Masyarakat peternak yang belummengelola lingkungan secara optimal.


PROSES PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK CAIR

Pemisahan sludge ( lumpur) dilakukan dengan cara sederhana, menggunakan saringan halus. Berikut ini tahapan pemisahan sludge sehingga diperoleh pupuk organik:

a. Sludge berupa cairan diambil, lalu disharing dengan saringan halus kemudian ditampung dalam drum plastik lalu di diamkan selama 1 minggu.

b. Pada minggu kedua dilakukan penyarigan kembali dan setelah itu didiamkan selama 1 minggu.

c. Untuk meningkatkan kualitas pupuk, perlu ditambahkan tepung tulang, tepung kerabang telur dan tepung darah, setelah itu di diamkan selama 1 minggu.

d. Kemudian disaring lagi menggunakan kain kasa, dan cairan hasil penyaringan ditampung. Setelah itu diaerasi selama 3-4 hari dengan earator untuk membuang bau dan gas-gas yang tersisa.

e. Selanjutnya dibiarkan selama 2 hari agar partikel - partikel mengendap, sehingga cairan yang dihasikan menjasi bening seperti teh.

f. Bisa juga ditambahkan dengan rempah-rempah lain seperti tepung kunyit, tepung jahe, bahan alami lainnya yang dapat berfungsisebagai pestisida nabati.

g. Kemudian cairan yang bening tadi dikemas dalam botol atau jerigen dan siap dipasarkan untuk digunakan sebagai pupuk organik cair.




Tulis Komentar